Learning point this month (06/2008)

Bulan Juni 2008 cukup luar biasa. Pertama, mencoba menuai harapan bersama teman-teman CENTRALS Aceh, sebuah upaya yang tidak mustahil tetapi ada semacam “psychological barriers” yang bisa diabaikan selama kontribusi nyata dan voluntaris, semacam semangat siap rugi.

Kemudian kedua, dengan kawan-kawan HI-UMCOR yang menggalang kesepakatan agar proses dicapai secara optimal, dalam kerjasama mereka, yang sebelumnya saya terlibat dan mensukseskannya.

Kemudian ketiga, posisi dosen di AKFIS “Harapan Bangsa”, yang selama satu semester kurang “smooth” tapi basicly… lancar, dan semester ini telah berakhir dengan standar yang baik.

Di GRM International, harus mendaftar lagi, dan di ASPBAE belum ada kabar lanjutan, mungkin harus dikontak ulang. Tidak perlu dihitung tapi cukup dicatat.

Keempat, bersama Rahman mendampingi Flower Aceh membuat buku dan mencoba menginisiasi “pangkalan” di depan Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Ada sejumput harapan bersama pangkalan baru ini.

Kelima, menyiangi Kampoeng Atjeh dan HRDC agar berbiak menjadi semacam stasion pemancar yang dapat dilihat dari kejauhan Jawa.

Hutangku pada TAMMI dan KOSMA untuk membawa mereka pada perubahan. TAMMI yang muda dan bergairah, KOSMA seniman yang mencoba mengasah diri dalam perjalanan.

Semuanya masih berada dalam ketidakpastian. Semuanya masih berada di alam kemungkinan. Mengubah yang tidak pasti menjadi mungkin dan saatnya kemungkinan diwujudkan dalam gairah kehidupan yang nyata dan tersentuh.