RAPID

RAPID adalah Rights-based Approach and Participatory in Development sebuah pendekatan untuk merealisasikan Rights-based Approach ke dalam Pembangunan

Apakah Hak untuk Pembangunan itu?

Masyarakat adalah pusat dari pembangunan berkelanjutan. Komunitas internasional telah sepakat untuk menghapuskan kemiskinan, mempromosikan pemekerjaan yang penuh, produktif dan layak, dan mendorong integrasi sosial agar tercapai stabilitas dan keadilan yang nyata bagi semua orang. Semua itu direfleksikan sebagai pembangunan manusia, di mana masyarakat sebagai pusatnya.

Apakah makna Pembangunan bagi Hak Asasi Manusia?

Definisi pembangunan berbasis hak dalam Declaration on the Right to Development memandang pembangunan sebagai sebuah proses komprehensif baik ekonomi, sosial, budaya dan politik, baik dalam penghormatan terhadap hak (respect), perlindungan terhadap manusia dan alam (protect) dan memenuhi serta merealisasi hak-hak individu dan masyarakat (fulfill).

Apakah RAPID itu?

RAPID adalah tools yang dikembangkan dari rights-based approach to development sebagai kerangka kerja konseptual dalam proses pembangunan manusia, yang secara normatif didasarkan pada standar hak asasi manusia (international human rights standards) dan beroperasi langsung untuk mempromosikan, menghormati, melindungi dan mendukung realisasi hak asasi manusia.

Apakah rights-based approach merupakan pendekatan tunggal?

Tidak ada sebuah pendekatan tunggal yang disepakati semua orang di dunia ini yang disebut rights-based approach, akan tetapi RAPID berupaya menyusun tools-tools terpakai selaras dengan DUHAM dan Kovenan-kovenan, serta Konvensi-konvensi HAM yang mendorong konsensus pada elemen konstituen dasar di masyarakat atau negara tertentu.

Bagaimana pendekatan-pendekatan berbasis hak (rights-based approaches) berkembang dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat?

Pendekatan-pendekatan berbasis hak yang diturunkan ke dalam tools-tools hasil RAPID membawa premis dan proses pembangunan yang efektif, berkelanjutan, rasional dan genuine.

Apakah perhatian pembangunan juga melibatkan indigenous peoples?

Pembangunan nasional sering luput memberi perhatian pada kelompok terpinggirkan. Oleh karena itu pendekatan inklusif dalam pembangunan adalah niscaya dan diperhatikan dalam pendekatan berbasis hak.

Bagaimana dengan dimensi gender dalam pembangunan?

Pendekatan-pendekatan berbasis hak memberikan empati pada non-diskriminasi, perhatian pada kerentanan dan pemberdayaan. Perempuan adalah kelompok korban pertama dalam diskriminasi . Faktanya, hal ini menyangkut pula orang-orang yang dengan kebutuhan khusus, termasuk person with disabilities untuk merealisasikan hak mereka secara penuh.